Sedekah Berujung Musibah di India, 63 Tewas


Aksi saling dorong terjadi di depan sebuah kuil Hindu di India utara, Kamis 4 Maret 2010, saat warga desa antre untuk mendapatkan pakaian dan barang lain yang dibagikan pihak kuil.

Sebanyak 63 orang tewas dan puluhan luka-luka karena berdesak-desakan di antara puluhan ribu orang.

Aksi saling dorong tersebut bahkan merobohkan sebuah gerbang di lokasi kuil di Kunda, sebuah kota kecil berjarak 180 kilometer timur laut Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh.

Ribuan petani dan penduduk desa berkumpul di depan kuil saat tengah hari untuk memperoleh barang gratis untuk memperingati wafatnya istri tokoh agama, Kripalu Maharaj.

Petugas polisi setempat, Brij Lal, mengatakan, hingga sore menjelang malam, polisi baru berhasil membersihkan lokasi dan mulai mengidentifikasi jenazah korban tewas. Ratusan orang mengerubungi rumah sakit terdekat untuk mengetahui kondisi anggota keluarga mereka.

Gudal, petani berusia 38 tahun, kehilangan putrinya yang baru berusia 7 tahun, Ranjana. “Padahal dia cuma mendekati lokasi itu untuk melihat apa yang sedang terjadi,” kata Gudal sambil menangis.

Aksi saling dorong berbuntut jatuhnya korban ini relatif sering terjadi di berbagai kuil di India di mana keramaian orang, kadang ratusan atau ribuan orang, berkumpul di area sempit dengan fasilitas yang tidak memadai untuk mengendalikan massa.

Pada 2008, lebih dari 145 orang tewas akibat aksi saling dorong di kuil terpencil di kaki pegunungan Himalaya. (AP)

Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/133999-sedekah_berujung_musibah_di_india__63_tewas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Link Sahabat

  • %d blogger menyukai ini: