• Masukan alamat E-Mail mu untuk mendapatkan pemberitahuan artikel melalui E-Mail

    Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

  • Secarik Kata

    Jangan pernah melihat ke belakang jika itu membuatmu resah, jangan pernah berpikir untuk kembali jika hanya ada satu jalan yang ada, yakinlah terhadap setiap langkah yang kau ambil akan membawamu ke kehidupan yang lebih baik lagi. Teruslah melangkah ke depan.
  • Arsip

    Maret 2010
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Sudahkah Anda Sholat?

     code html jadwal sholat dari jokoradityo.wordpress.com
  • RSS Sport News

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Bobotoh Persib News

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Anak Artis Malaysia Disiksa Pembantu Indonesia


Seorang artis wanita Malaysia Siti Shahrizah Saifuddin, 38 Thn, mengaku anaknya yang berusia 6 bulan telah disiksa oleh pembantu Indonesia yang telah kabur dari rumah majikannya.

Siti Shahrizah yang akrab dipanggil Eja memberikan laporan kepada polisi Mont Kiara, Kuala Lumpur, bahwa pembantunya asal Medan bernama Mona telah menyiksa anaknya, Nur Eishal, sehingga menyebabkan bibirnya berdarah dan luka pada tangan, ketika anaknya ditinggal bersama pembantunya, demikian media Malaysia, Sabtu.

Selain menyiksa anaknya, pembantu asal Medan Mona (sesuai dengan paspor) yang lebih senang dipanggil Susi, ternyata suka menggores perabotan rumah tangganya dan menghancurkan perabotan rumah tangga sebelum kabur meninggalkan rumah 18 Februari 2010.

Akibat kebiasaan menggores perabotan rumah tangga dan menghancurkan perabotan di antaranya piring, Eja mengaku kepada polisi telah menderita kerugian sekitar 50.000 ringgit (Rp137,5 juta).

Eja yang terkenal sebagai pemain film “Seputih Kasih Ramadahan” itu mengaku mengambil pembantunya dari seorang agen resmi dengan membayar 6.200 ringgit (Rp17 juta). Ia mengambil pembantu dari agensi yang resmi dan pembantunya adalah legal.

Kepada para wartawan, Eja mengaku tidak pernah marah dan menyiksa Susi, tapi menegur secara baik-baik memang dilakukan ketika melihat beberapa perabotannya terdapat goresan-goresan benda tajam dan perabotan elektronik banyak yang rusak.

Namun, ia mulai curiga saat pembantunya lebih senang dipanggil Susi dibandingkan nama yang tertera di paspornya, Mona. Dalam paspor usianya 29 tahun, tapi melihat wajah dan tingkah lakunya masih di bawah usia tersebut.

Menurut dia, Susi merupakan pembantu yang tidak boleh ditegur karena dia akan balas dengan melakukan kerusakan perabotan rumahnya mulai dari pintu kamar, tangga, lantai hinggalah perabotan rumah tangga, hingga barang elektronik.

Awalnya, majikan menduga pembantunya saat bekerja kasar sehingga banyak membuat goresan. Namun setelah pembantunya kabur ternyata banyak lagi perabotan yang dirusaknya.

Beberapa media cetak seperti Berita Harian dan Harian Metro telah menempatkan berita ini di halaman satu.

Sumber: Antara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Link Sahabat

  • %d blogger menyukai ini: