Nonton Persib, Jangan Lupakan Shalat!


Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang
hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya.
Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila
shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (H.R. Annasa’i dan Attirmidzi).

Hadis di atas tidak main-main. Shalat lima waktu adalah ibadah yang wajib dan paling penting bagi umat Islam. Jika seorang Muslim meninggalkan satu kali saja ibadah shalat fardhu, maka amalan ibadahnya pada hari itu akan sia-sia alias tidak diterima Allah SWT. Sia-sialah amalan yang dilakukan pada hari itu seperti menolong orang, menuntut ilmu, mencari nafkah, dan sebagainya hanya karena tidak melaksanakan shalat. Sungguh, sangat merugi.

Bobotoh -Geus shalat can ieu teh??-

Nah, apa kaitannya ibadah shalat ini dengan pertandingan Persib? Jika kita perhatikan, seluruh pertandingan Persib selalu dilaksanakan pada saat waktu shalat. Pertandingan sore hari dimainkan pukul 15 30, bertepatan dengan waktu ashar. Pertandingan malam hari dilaksanakan pukul 19.00, hanya berjarak sedikit dengan waktu shalat maghrib. Hal yang menjadi masalah, para bobotoh sudah memenuhi stadion dua jam sebelum pertandingan berlangsung. Ke manakah mereka saat adzan berkumandang? Apakah mereka melaksanakan ibadah shalat? Wallahualam.

Shalat memang nomor dua (nomor satu syahadat). Namun, Islam harus dilaksanakan secara kaffah (menyeluruh). Untuk apa syahadat tapi tidak shalat? Saking pentingnya ibadah shalat, Allah beberapa kali menyebutkannya dalam Al-Quran. Tidak percaya? Silakan buka QS Al-Baqarah:3,43,45,153,238, QS.Al-Anfaal:3, QS:Al-Ankabuut:45. Selain itu masih banyak ayat-ayat Quran dan juga hadis tentang shalat. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya ibadah shalat bagi umat Islam.

Pernah pada saat Persib bertanding malam hari, saya menyempatkan shalat maghrib terlebih dahulu di masjid yang terletak dekat stadion. Ironisnya hanya sedikit bobotoh yang terlihat di masjid tersebut. Mereka umumnya sudah memenuhi stadion. Apakah mereka takut kehilangan tempat di stadion? Apakah mereka lebih memilih kehilangan pahala shalat dibandingkan kehilangan tempat di stadion? Nyatanya, walaupun saya memilih untuk shalat terlebih dahulu, saya tidak kehilangan tempat di stadion. Saya masih bisa menyaksikan pertandingan Persib dengan nyaman dan dapat duduk. Percayalah, tidak mungkin Allah menyulitkan Hamba-Nya yang shalat.

Memang, rasanya sangat sulit shalat dahulu sebelum menonton Persib. Selain masjid di dekat stadion tak mungkin menampung seluruh bobotoh yang ada, banyak faktor yang tidak memungkinkan hal tersebut. Dalam hal ini tentunya Allah telah memberikan keringanan. Ibadah shalat dapat dijama’ jika kondisi tidak memungkinkan melaksanakan ibadah shalat secara normal. Perhatikan hadis berikut:

Telah berkata Anas, “Adalah Rasulullah saw., apabila berangkat (safar) sebelum gelincir matahari, beliau mundurkan Dzuhur hingga waktu Ashar, kemudian beliau berhenti (di jalan untuk shalat) jama’ di antara dua shalat itu, tetapi jika beliau berangkat sesudah gelincir matahari, maka beliau sembahyang Dzuhur (saja) lalu ia berangkat. (H.R Bukhari)

Jadi jelas shalat dzuhur dapat dijama’ dengan ashar,empat rakaat dzuhur kemudian empat rakaat ashar saat waktu dzuhur jika Persib bertanding sore hari. Shalat maghrib dapat dijama’ dengan isya, tiga rakaat maghrib dan empat rakaat isya saat waktu isya jika Persib bermain malam hari. Apakah hal itu hanya berlaku untuk yang mengalami perjalanan jauh? Coba perhatikan hadis berikut:
Telah berkata Ibnu ‘Abbas, “Rasulullah saw., pernah shalat jama’ antara dzuhur dan ashar, dan antara maghrib dan isya, bukan di waktu ketakutan dan bukan di dalam perjalanan (safar).” Lantas ada orang bertanya pada Ibnu Abbas, “Mengapa Rasulullah saw., berbuat begitu?” Ia jawab, “Nabi saw., berbuat begitu karena tidak mau memberatkan seorang pun dari ummatnya. (H.R. Muslim)

Nah, dengan berbagi fakta tersebut sudah jelas shalat lima waktu hukumnya wajib dan tidak boleh ditinggalkan apa pun alasannya. Jika kondisi tidak memungkinkan, Allah telah memberikan keringanan, yaitu dengan shalat jama’. Sekarang pertanyaannya, apakah masih mau meninggalkan shalat “hanya” karena mendukung Persib? Apakah tidak takut dengan azab di akhirat nanti?
Mungkin saja sulitnya Persib meraih kemenangan adalah peringatan dari Allah SWT karena banyak bobotoh yang tidak shalat. Percuma kita mendoakan Persib juara apabila tidak shalat. Doa kita tidak akan dikabulkan. Sok atuh introspeksi.

Ingat saudaraku, kematian dapat datang kapan saja dan di mana saja termasuk di stadion. Apa jadinya jika kita meninggal dalam keadaan tidak melaksanakan shalat? Silakan, bobotoh sendiri yang menjawabnya.
* Tulisan ini dimuat di Media Indonesia, Sabtu 22 September 2007)
PS: kalo di Media Indonesia judulnya “Nonton Bola Jangan Lupakan Shalat.”

Mushola di Jalak Memprihatinkan

Hari Sabtu (8/11) saya bersama 3 orang kawan saya menyaksikan pertandingan Persib vs Persita di Stadion si Jalak Harupat, Soreang. Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan Persib dengan skor 2-0. Gol kemenangan Persib diciptakan oleh Nova “Ngesot” Arianto menit ke-19 dan Hilton Morreira menit ke-26. Gol-golnya keren-keren lah.. kelas dunia euy.. heehe.
Dengan hasil ini Persib pun naik ke posisi 5, dengan menyisakan satu pertandingan melawan PSM di Makassar (15/11).

Menang deui euy..!!

Mau shalat harus pake koran euy

Saya menonton di tribun timur. Ada yang berbeda kali ini. Tiketnya pakai e-card euy. Inovasi baru. Udah diterapkan sih sejak lawan Persijap. Namun harganya jadi sedikit naik. Mungkin itu yang membuat tribun di samping barat terlihat lengang. Kalo di timur sih penuh. Selain itu pertandingan ini pun disiarkan langsung oleh antv, mungkin itu yang membuat bobotoh sedikit “hoream” datang ke stadion. Berbeda saat pertandingan melawan Pelita Jaya yang begitu penuh, kali ini stadion hanya terisi sekitar 25000 orang dari kapasitas stadion 40000. (tau dari Tribun Jabar yang nonton segitu, gak mungkin lah saya ngitung.. hehe).

Stadion tidak sepenuh biasanya

Sebelum pertandingan saya dan teman-teman saya melaksanakan salat maghrib terlebih dahulu. Ada yang sedikit ironis di sini. Musolanya kotor pisan euy.. parah lah tidak layak disebut musola.. musodong bukan musola ini mah.. ya iya dong masa ya iyalah, kedongdong masa kelahlah, bayi aja digendong masa digenlah, kalo ada jambret kan ditodong masa ditolah.. haha..

Eh, kembali ke jalan yang benar. Tempat wudunya malah dijadiin tempat kencing euy soalnya WC-nya tidak berfungsi.. jadinya terpaksa tayamum! kacau pisan atuh ieu mah..
musola na juga kotor gitu, dan tidak ada tikar /sajadahnya, jadi terpaksa beralaskan koran!
waduh.. stadion keren gini musholanya memprihatinkan. Bikin malu aja nih. padahal kan shalat tuh nomor 2, nomor 1 kan syahadat. Persib mah nomor 5 atuh, nomor 1 Persipura.. nomor 1 Inter dong.. hehe..

Yah intinya saya berharap kepada pengelola stadion Si Jalak Harupat agar lebih memperhatikan musola..
masa sih dibiarkan seperti itu.. Itu tempat beribadah loh.. jangan diacuhkan.. gimana persib dan bobotoh mau diridloi Allah kalo gini mah..

Begitu aja deh.. pertandingannya mah kan udah pada tau..
oh iya persib tuh selalu mencetak gol hanya di babak pertama aja yah.. tiap babak kedua tidak pernah mencetak gol..
lain kali harus lebih baik..
HIDUP PERSIB!

Sumber: http://www.duniasoccer.com/Duniasoccer/SoccerBlog/Blog-Soccermania/Nonton-Persib-Jangan-Lupakan-Shalat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Link Sahabat

  • %d blogger menyukai ini: