Suporter Seharusnya Mendorong Bukan Menjerumuskan


Suporter, merupakan kelompok orang yang yang mendukung klub tertentu. Namun, makna suporter lambat-laun telah berubah. Suporter yang dulu mendukung dengan hati, menangis saat timnya kalah kini tidak lagi ada. Suporter kini menjadi segerombolan orang yang siap untuk bertindak anarkis saat timnya kalah, tentu saja hal ini tidak hanya membuat suporter yang cinta damai menangis tapi orang yang terkenan dampaknya pun ikut menangis. Bukan hanya itu saja, suporter salah satu tim siap menyerang suporter dari klub yang berbeda apabila tim yang didukungnya mengalami kekalahan. Apakah ini makna suporter saat ini?

Suporter seharusnya memberikan semangat kepada tim yang sedang bertanding dengan memegang rasa persaudaraan yang sangat tinggi di antara suporter. Karena permusuhan tidak akan membuat tim yang didukungnya akan mendapatkan kemenangan. Maka berdamailah antar suporter.

Bobotoh adalah suporter dari PERSIB Bandung merupakan salah satu suporter yang terbesar di Indonesia, bahkan Bobotoh sempat memecahkan rekor sebagai suporter terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia (Lihat di sini). Pada saat pertandingan Final sepakbola tahun 1985 di era Perserikatan antara Persib Bandung vs PSMS Medan mencatat rekor sebagai pertandingan yang paling banyak dihadiri penonton. Stadion Utama Senayan yang besar dengan kapasitas penonton 120.000, tak mampu menampung kedatangan sekitar 150.000 penonton yang didominasi oleh pendukung Persib. Pertandingan final itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh PSMS Medan dengan skor 4-3 lewat adu pinalti.

Apa yang bisa ditiru dari kejadian tersebut? Bobotoh tidak anarkis walaupun PERSIB kalah dan tetap mendukung PERSIB hingga sekarang. Satu hal lagi, saat itu Bobotoh tidak punya musuh seperti saat ini, maka Bobotoh berani untuk mendukung PERSIB walaupun di luar kandang. Namun, kini semuanya berubah. PERSIB Bandung sama sekali tidak memiliki suporter saat bermain di luar kandang terutama di Jakarta. Tahukah alasannya? Karena memiliki musuh!

Kekalahan demi kekalahan yang dialamai PERSIB Bandung belakangan ini seharusnya membuat Suporter / Bobotoh semakin bersemangat untuk mendukung Persib Bandung. Namun, keadaan adalah sebaliknya. Minoritas Bobotoh sudah enggan mendukung tim PERSIB Bandung karena berbagai alasan seperti pelatihnya jelek lah, pemainnya jelek lah dan lain sebagainya. Maka wajar apabila pemain PERSIB Bandung mengusung tulisan “Where Are You When We Lose?”. Hal ini menandakan bahwa para pemain PERSIB Bandung masih membutuhkan dukungan dari Bobotoh. Sebetulnya Bobotoh telah memiliki banyak slogan yang menandakan bahwa Bobotoh setia kepada tim kesayangannya yaitu PERSIB. Sebagai contoh dan untuk mengingatkan Saya akan menuliskan slogan-slogan dari Bobotoh di bawah ini:

– Bagimu Persib Jiwa Raga Kami

– Bobotoh Sampai Mati

– We Are Stay Behind You

– Persib Harga Mati

– We Love Persib Forever

dan lainnya.. Pertanyaannya adalah, masih tetapkah perkataan itu dipegang? Sekaranglah pembuktiannya!!!

Ingatlah, PERSIB membutuhkan Bobotoh yang dewasa, yang tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah terbawa emosi. Karena Bobotoh anarkis dan mudah terprovokasi hanya mampu menjerumuskan PERSIB. Kini PERSIB membutuhkan Bobotoh yang rela mendukung dengan hati dan tidak peduli kemenangan ataupun kekalahan yang di dapatkan PERSIB. Hanya satu kata yang diinginkan PERSIB saat ini, “kesetiaan”. Kesetiaan dari Bobotohlah yang mampu memberikan energi positif yang dapat memberikan kemenangan demi kemenangan di setiap pertandingannya. Tetaplah mendukung PERSIB, Bobotoh!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Link Sahabat

  • %d blogger menyukai ini: